About my Blog

wELCOMe aja, gillaaa!! udah 2 jam gw duduk depan monitor komputer gw tapi design bLOG gw hanya seginnii!!!, cOwly freN pUlsa keburu Habbeeezz jd bLog gW cUma gini aja yAch. Oh iya, haMpir luppa!! disini gue haNyalah seBuah hUruf yg teraCak acaK..!! (bukan pamer) tapi hanya niat berbagi!!! nGGak usah negative tHink deh.. ok. gW tuNggu comment kAlian, mau yG manis, pahit, pedas, asem, jorok… intinya moral kalian semua masih ada kan!!! hahahahahha :D

Jumat, 12 Desember 2008

Metamorfosis Di 2008

Metamorfosis Di 2008

Gue nggak tau harus bilang apa. Yang jelas gue memutuskan untuk membuka mulut perihal sesuatu yang terjadi di taon ini. Entah dosa apa yang pernah kami lakukan berlima. Gue, Boy, Alex, Dadang, dan Khalik tahun ini ditimpa musibah, upzzz!!! loe jangan salah tangkap, musibah yang gue maksudkan bukan longsor, tsunami atau gempa. Tapi ada dehhh.. mau tau aja loe!!!. Kami berlima memang bersahabat dari Maba dulu. Termasuk beberapa orang seperti Anwar, Iwan, Ani, Arni, Ime, Jefri, John, Nawir, Akmal, Nunu… ahhh terlalu buanyak untuk disebutin… intinya hanya kami berlima yang kebetulan tertimpa nasib naas di 2008 ini. Selebihnya lolos, Puuaasssss!!!. Mau tau apa yang menimpa kami? Simak setelah pariwara berikut ini…

Sampai mana tadi? Oh iya, sampai di…?? di…?? dimana yach…??. Hiks hiks… kelamaan. Maklum otak gue cuma 800Mhz Pentium III, chace 128Kb. Gini friend… kan bulan depan udah taon baru tuh, nggak ada lagi bulan sesudah Desember di 2008, mau tidak mau si Januari come back to calender, mau naek becak kek, mau naek ojek kek setidaknya si Januari tiba saat nyonya Desember mudik ke kampoeng halamannya. Eiittt.. itu kalau esok nggak kiamat loh…!!!. Gue tau apa tentang Schedule Tuhan.

Nah sebelum Mrs. 2009 datang, gue mau flash back dikit pada sebuah kejadian di rumah Mr 2008, dan baru nyadar kalau hal itu sangat unik and kebetulan.
Dimulai di bulan ??? bulan berapa yach..? gue agak dikit lupa bulan berapa, yang jelas Halik tau persis bulan berapa, cz orang pertama yang tertimpa musibah adalah Halik. 2d’point aja. Waktu itu gue ditelpon Alex lewat saluran CDMA jadi agak dikit ngadat… namun jellass kok. Katanya gini “Hei, Oghie… loe datang ke counter gue ambil undangan loe”. Abiz itu si tuan CDMA disconnect. Gue penasaran undangan apa yang dimaksud Alex. Kemudian gue sms aja dia. Dan tak lama Dritt…Dritt..Dritt Sms balasan dari Alex.
Undngn prnikahn Tri Mulyani,
Acaranya minggu depan...

Gilla tuh Halik... ambil duit darimana lamar si Tri? Utang gue aja ke dia belum gue bayar. Buzzet… cepet buanget nikahnya, Anwar aja yang udah Overclock, belum melamar siapa2.
****
Gue sekarang udah di counter Hp Alex. pengen liat and mengambil undangan itu. Setelah gue diambilin, gue melihat ditangan Alex beberapa undangan yang sama dengan tujuan berbeda. Alex mencari undangan untuk gue. Trus gue liat juga ada undangan untuk Boy. And yang bikin gue kaget, sebuah label merekat di salah satu undangan tersebut, dengan atas nama…

Gue membuka mata lebar-lebar and melihat nama yang pengen merit… ternyata benar kata Alex. yang pengen merit itu Tri, bukan Halik. Lebih jelasnya, Tri & ??????. Mohon doa Restu. (“???????”) itu bukan Halik tapi ada deh…!!!.

Musibah yang kedua jatuh pada gue, sebulan setelah Halik Buffer Overflow… karena yang mau diceritain gue, maka unsur Dramatisasi di minimalkan… wakakakakak.. beginilah enaknya sang penulis, giliran yg mau diceritain dia, jadi ceritanya agak dipersingkat dikit gitu deh… 2d’point aje. Sekitar pukul 02.00 dini hari, gue mengaktifkan chip GSM gue. Sambil jamnya gue atur beberapa deringan sms masuk. Yang menarik perhatian gue adalah sms dari seorang teman lama gue. Namanya Yenny wulandari, gue panggil dia Ajeng. Inbox sms nya yaitu :
Oghie, Ayu pengen merit
tgl 14 nanti...

Mungkin sobat2 gue menganggap itu sebuah musibah. Yah, meski emang sih gue pernah suka berat ama Ayu. Tapi kenapa yach gue nggak kaget2 gitu. Gue juga seperti nggak merasa kehilangan gitu deh. Mungkin kali yach semenjak hadirnya beberapa cewek di hati gue, akhirnya perasaan gue ke Ayu bisa pudar ibarat di Shft+Del. Apalagi semenjak kehadiran “The Character”. Yach meski “The Character” nggak tau perasaan gue ke dia. Tapi suerrrr kesambar Asmirandah…!!! Kalau gue tuh nyantai aja mendengar kabar dari Ajeng, apalagi lima hari setelahnya malah Ayu yang sms gue memberitahukan kalau ia mau merit. Tapi gue tetap nyantai aja men. Nggak ada sama sekali perasaan2 yang seperti loe pade bayangin. So Session locked.

Cerita yang ketiga terjadi pada sang melankolis kita, si Dadang Jin Crusader. Diawali dengan hobi gue ngopi di salah satu kantin kampus Jl Pettarani Makassar. Pasti loe pade penasaran.. Emangnya kampus mana sih…? Ok..ok gue perjelas nama kampusnya. Gue nongkrong sambil menyeruput kopi di kantin AMIK Profesional (lokasi kampusnya ada diatas bego..!!). Next… Seseorang duduk dihadapanku bercanda gurau dengan beberapa rekannya. Namun sepertinya aku sangat mengenali wanita itu. “HaaaAAaa itu kan Yeyen..!!!”. Tak seperti biasanya, gue melihat Yeyen udah nggak memakai lagi sehalai kain yang biasanya menutupi keseluruhan rambutnya jika ia keluar rumah (jilbab). Gue nggak percaya Dadang melakukan hal ini. Kukeluarkan sebuah benda kecil yang dapat mengirimkan sebuah pesan digital melalui gelombang elektro magnetik (Handphone bego…!!!), Send Messege To: Dadang +62852423040xx
Woi Dang, sEjak kPn yEyeNmu buKa jiLBab?.

Hanya dua kali isapan rokok, Reply sms dari Dadang tiba: ♫ Dritt…Dritt..Dritt..
sEjak gUe nGga pcarn lagi dgnX?.

So… loe semua udah bisa ambil kesimpulan mengenai berita mengharukan di bulan ini terhadap sepasang manusia yg pernah menjalin kasih (bukan merit!!!) selama hampir 3 tahun. Dan mengenai penyebab runtuhnya rumah pacaran ini, pihak Management Dadang & Yeyen akan mengadakan jumpa PERS di tempat and waktu yang tidak ditentukan.

Ok, next session. Terjadi pada orang yang paling pertama gue kenal saat kuliah diantara sobat2 gue yang laen. Dialah si Alex, sang Marketter yang agak sedikit kurang ramah pada calon konsumennya.(Humor dikit pada calon pembeli, nggak berat2 amat!!!). hiks hiks… nggak kok, Cuma bercanda. Ok ok I’m seriously… Alex yang udah menyimpan rasa selama 6 tahun pada seorang Karyawati perusahaan Telekomunikasi di Makassar, yang tak lain adalah teman SMA sendiri. Namanya Wina. Ia tahu perasaan Alex terhadapnya seperti apa, begitu juga sebaliknya. Namun Alex tak punya keberanian mengatakan itu, terlebih jika Alex menunggu Wina yang mengatakannya duluan. (Oh, sorry mas Alex yah… cz semenjak Prometheus menerobos kerajaan Zeus dan mencuri Api keabadian, Cewek-cewek sekarang udah gengsi ngungkapin rasa depan cowok). Mungkin Hal ini yang membuat Wina jenuh menunggu Alex hingga 6 tahun berlalu. Hingga pada suatu hari di pesta resepsi pernikahan Mariska (teman sMa Alex & Wina) mereka di pertemukan lagi. “Bukan dipertemukan sebagai kekasih, tapi Alex & Wina hanya dipertemukan sebagai tamu diacara Mariska”.Understand!!!. Alex kembali berniat mencoba mengabulkan obsesinya itu, dengan berspekulasi mengantar Wina pulang seusai resepsi itu. Ia mencoba dan mencoba dan mencoba lagi. Kemudian… (Maaf bagian ini di Cut 15menit)…. Tragis emang bagi orang yang mendengar bagian yang terpotong itu. LEMBAGA SENSOR CERPEN RI menyatakan “Jawaban Wina” Telah Lulus sensor. “Maaf Alex, aku sudah dilamar orang lain”.

Dan cerita terkahir. Dan mungkin menjadi cerita paling pahit di 2008 ini. Dialami oleh sang raksasa kita, si gendut Boy. Sudah menjalani masa pacaran selama hampir 7 tahun dengan seorang wanita perkasa (Korps Polisi Wanita Republik Indonesia). Namanya SERDA Fira. Mereka berpacaran semanjak SMA dan break (belum putus, di pause bukan di stop yach…!!!) selama satu tahun karena dua-duanya pade sibuk kuliah and kerja. Satu tahun kemudian, kembali Boy n Fira pacaran lagi, break lagi, pacaran lagi dan break lagi. Masih dengan alasan yang sama “SIBUK”. Sebenarnya mereka sangat saling mencintai tapi Boy bisa apa dengan penyusunan skripsinya, dan Fira bisa apa dengan Lencananya. Namun kali ini Break mereka agak begitu lama dan mereka tidak menemukan suatu kepastian. Hingga pada suatu tempat di sebuah Warung Internet kecil di depan sebuah kampus kecil pula, gue terhubung dengan seorang teman maya lewat YahooMessenger. Ia mengirimkan pertanyaan ke gue seperti ini: “Ghie, Siapa orang di photo itu yang duduk didepanmu?”. Gue emang sering memasang photo teman2 gue di Friendster dan di YahooMessenger sebagai background. Dan untuk pertama kalinya ada teman maya gue yang mempertanyakannya. Gue memberitahu teman maya gue itu, bahwa orang yang duduk didepan gue di photo itu namanya Boy. “Aku mengenalnya!!!, Boy kakak kelas gue waktu SMA”. Kata teman maya gue itu. Gue tidak langsung percaya begitu saja waktu itu. Tapi dengan pernyataannya yang mengatakan “Boy anak SMA 14, pernah pacaran dengan Fira, kakak dari sobat gue”. Saat itu gue percaya bahwa ia bener2 mengenal Boy dan ia bershabat dengan adiknya Fira. Namun ada perkataannya yang menurutku menyimpang dan patut diteliti pada Laboratorium Bahasa Oxford University. Yaitu “pernah pacaran dengan fira”. Menurutku Kata “pernah” menandakan bahwa saat ini sudah tidak lagi. Gue kemudian berinisiatif memastikan ke teman maya gue mengenai kata itu, dan ia hanya berkata “Fira kan udah merit 3 minggu yang lalu dengan sesama anggota Polri”. Entah Boy mengetahui hal ini atau tidak. Yang jelas dari keseluruhan kepompong diatas, mereka telah siap ber Metamorfosis menjadi kupu-kupu di 2009 besok. So…. Mungkin loe pade yang membaca ini akan menjadi ulatnya di 2010. wakakakakakakkak, Bye….☺

.: ini hanya 44Kb sepenggal kisah tentangmu, tentangku dan tentang dia :.

Rabu, 10 Desember 2008

Second "The Character" (Session 1st)

Second "The Character" (Session 1st)
Oh my god!!!, Sesaat sosok itu buyarkan lamunanku. Hampir 2 jam gue terduduk di kantin ini. Maklum, absen selama dua minggu lebih, habis berpetualang di puluhan lembah dan beberapa puncak di pegunungan Sulawesi. Tak ada perubahan yang lebih berarti dikampus ini kecuali mahasiswa baru yang telah menghabiskan duit ortunya 5 hari pertama kuliah disini. No.. no.. no gue harus fokus ceritakan perubahan yang terjadi di kantin ini. Ahah… ternyata si pengelola kantin Mba Titin udah nggak disini lagge, setelah sebulan yang lalu ia balik ke Solo, katanya Mas mantep sih, merit dengan si Mas Agus (mantan pengelola kantin di Era Angkatanku). Well, gue liat kantin skrg dikelola oleh sepasang suami isteri (Mba n Mas). Maklum, gue belum kenalan gitu. Ada untungnya juga seh Titin ngundurin diri… mau tau apa?, yang pastinya utang bakso gue sebesar 5000 nggak ada yang nagi laggeee… kalau pun catatannya ada, tau apa Mba n Mas yang baru ini mengenai namaku. Wakakakakakakkaka… guenya seh mau bayar, tapi gue pengennya langsung ke Titin aja, bukan melalui banyak tangan. Cz hari gini banyak terjadi TIPIKOR alias tindak pidana korupsi kecil-kecilan. Bisa2 sang juragan Mas Mantep bisa bangkrut Woi bangun!!!! Kenapa gue bahas Mba n Mas… padahal gue mau cerita mengenai sosok yang berjalan dikoridor kampus barusan. Gue melihat seorang wanita dari balik jendela kantin. Wajahnya nggak begitu jelas karena ia hanya terlintas --- C = (12000 V Cos(teta) T)/t---- cepat dan sangat cepat...!!!, sehingga gue nggak bisa memastikan sosok itu. Sebenarnya bukan wajahnya yang menarik perhatianku, tapi aku seakan pernah melihat sosok yang serupa... .:LOADING... siapa yach... PLEASE WAIT... mmmm. Oh iya... “The Character“. Haaaa, masa “The Character“ ada dikampus ini???. Nggak mungkin... nggak.. nggak mungkin buanget “The Character“ kuliah disini. Kampusnya kan lebih bagus. 

 ****** 
Seminggu setelah kejadian penampakan itu, seperti biasanya hampir tiap sore gue mampir di bekas kampus pertama gue (tempat munculnya sosok yg gue maksud). kali ini terjadi lagi, tapi sosoknya udah nggak Blur lagi, Udah di Zoom 100%, karena gue berhadapan langsung di parkiran sesaat setalah gue berjalan menuju kantin. Dan gue yakin buanget, dia yang menampakkan dirinya minggu lalu. Tapi ia bukan “The Character” yg gue maksud. Emang sih gue baru nyadar kalau ia hanya dikit mirip dengan “The Character” (Dikit!!! Awas loe banyakin). “The Character” kulitnya agak dikit putih, namun penampilannya nyarizzz sama. Walaupun yang ini agak keliatan lebih muda dikit dibandingin “The Character”. Style tomboy-nya gitu hanya beda tipis dengan “The Character” (be-da ti-pis!!! Awas loe tebalin). Tapi kepribadian and sifatnya gue belum tau pasti, mirip apa nggak dengan “The Character”? cz gue belom kennal ma nih jelmaan “The Character”. Entar gue samperin para Ammoeba yang nongol di kantin seperti Fajar and Akmal untuk informasi selanjutnya.

Mission Complete (Cerpen)

Oleh: Oghie, 2008

”Aku nggak tau apa yg bakal terjadi nanti. Aku lagi home alone neh. Bokap nyokap pada ke Tasikmalaya, Swidi belum pulang dari Olimpiade sains di Tokyo, Nita ma Akmal ke toko, Memey kuliah…. aku home alone, lonely buanget… dulu-dulu kalau lonely pasti calling Lt2… skrg dia udah punya jalan yang menurutnya terbaik, pahit buanget… tapi skrg aku jauh lebih kuat ketimbang kemaren-kemaren. taon 2008 benner-benner taon yg tersulit untuk aku…I lost everything….aku kehilangan Lt2, orang yg udah sedikit buanyak merubah hidupku, ngebimbing aku agama, and yang pasti gara-gara dia aku jadi nyadar kalau Tuhan benar-benar yg Maha penentu… semua impian dan harapan aku ilang bersama waktu…. but sudahlah, moga ada ganti yg jauh lebih baek lah….amien….kemarin aku jg nggak lolos calon ketua Osis, harapan satu-satunya aku tuk samain prestasi kakak harus bisa jd Ketos. trus today ga lolos di tim inti ekskul basket, sblmx nggak dipanggil di kru film dokumenter sekolah, gagal di Try Out UAN ….and panggilan dari penerbit Teenlit gw belum datang-datang…. Mau jadi apa aku kelak yah???....

”Aku benar-benar kosong skrg. Tapi perasaan aku jauh lebih enak ketimbang harus tiap hari lewat lantai 2 yang punya kisah indah…plus kisah pahit, aku nggak sanggup terus-terusan berada di sekolah yang sama dgn Lt2.. nggak sanggup!!!… apalagi harus ketemu sama it’s girlfriend-nya…. Ampiiuun ya Tuhan… Tidak, PLEASE KASIHANI HAMBAMU INI…..SAKIT SKALIIIIII…. yah, akhirnya aku putusin kluar dari sekolah itu….Aku juga kecewa dengan My Bestfriend yang udah janji perbaiki hubungan gw dengan Lt2. But buktinya malah ”Okurete Sumimasen!!!” …Oh God, cukup deh…aku nggak tahan lagi…..”.

”Tapi sudah lah, aku nggak mau berbalik ke belakang lagi… aku emang sekarang nggak punya impian dan harapan, aku hanya punya satu….. Keyakinan Bahwa Tuhan ada bersama aku…. itu aja, aku hanya ingin menghabiskan sisa umur aku untuk beribadah padaNYA, apalagi… smua dah lewat dan nggak mungkin kembali, Orang yg berarti buanget bagi aku telah singgah di lain hati. Aku ngundurin diri dari sekolah itu, impian di Seventeen gagal…. so nggak ada lagi…. Satu-satunya yang jadi pikiran aku skrg adalah 4x pembayaran kartu pasca bayar aku dari bulan lalu, tabungan aku mungkin nggak cukup untuk pay 4x, blum lagi pay mobil aku yg keserempet kemaren di parkiran NAV. Aku punya tanggung jawab untuk itu… trustrang, aku pengen banget nggak nyusahin ortu and meringankan beban keluarga tapi sekarang aku nyerah, aku putus asa… aku lelah menggapai impian-impian itu…. aku mau serahkan semua saja sama waktu setidaknya aku udah usaha….please, Bantu aku Lohan...

”Aku mau ngapain yah lonely gini…? mau nonton, hari ini nggak ada COOKIES, mau dengar music… ahhh nggak deh, music bikin aku ingat masa lalu. Paling kalau nggak tidur baca buku aja… hanya buku yang bisa hibur aku… Thank’s Lt2 udah ngasih aku kenang2an yang bikin aku dekat, tenang disaat suntuk….”.

”Hei Lohan, jika aku masih diperkenankan menjadi temannya gimana?” Lohan hanya terdiam saja di Aquarium itu mendengar curhatan Rani dan membuatnya tak mendengar jika suara bel pagar dari luar terus saja berbunyi.

”Hei Lohan, jangan tidur dong!!!, gw Lonely nih...” Ikan Lohan itu masih saja terdiam sambil menikmati gelembung-gelembung air.

Dritt..Dritt, Messege From:Boy (+6241157315xx)

Wooii.. gw tau loe d dLm, bUkain duNk pAgaR loe!!! gW diluAr kEpanSn.

”Tumben anak ini kemari...”. Suara deringan SMS yang terus menerus membuat Rani menggeretu dan akhirnya memaksanya turun dari sofa. Sudah 2 jam ia terus bertatap-tatapan dengan lohan itu hingga membuat Lohan itu sendiri bosan melihatanya. Dengan bertelanjang kaki, dia menuju pagar. Perlahan ia menggeser gagang pagar tersebut.

”Ngapain kau kemari...?”. Suara Rani terdengar tajam.

”Jenguk orang sakit...”. Boy lebih mempertajam lagi bahasanya.

Rani berbalik dan melangkah ke ruang tamu. Boy mengikuti langkahnya sambil bersiul, menatap kakatua didalam sebuah sangkar yang tergantung di Teras rumah Rani. Rani langsung menuju Pantry untuk membuat kopi dingin. Boy langsung duduk di sofa. Rani kemudian mengambil beberapa butir es batu dari kulkas. Dari ruang tamu Boy hanya mampu melihatnya tanpa ekspresi.

”Kamu bener-benner nggak mau cabut keputusan loe untuk pindah ke Sekolah lain?”. Tanya Boy.

”Mau mencoba menghambatku ya...?”. Sambil menuangkan gula cair dalam sebuah gelas, Rani membalas pertanyaan Boy.

”Gue cuma tanya Rannniiiii...”.

”Yang pastinya ada alasan di balik pertanyaanmu itu kan!!!”. Mendengar perkataan Rani, Boy hanya bisa terdiam.

Dua cangkir kopi dingin favorit dan beberapa kepingan kentang goreng menjadi pembuka obrolan mereka di siang panas ini. Dulu saat Rani belum tertimpa Tsunami Lt2, dalam sehari mereka selalu menjadwalkan satu jam untuk bersantai di KopiPark sepulang sekolah.

”Sudahlah, terima aja kenyataan”. Nyengir Boy.

”Kenyataan apa?”. Tanya Rani sambil meneliti maksud perkataan Boy.

”Lt2”. Kilah Boy.

”What...!!!, It’s too easy. There’s a lot of wreckage back there.”

”What about it?, bukan hanya kamu, semua orang pasti punya masalah,”

”Ia, tapi Lt2 bukan alasan utama yang membuat aku berencana pindah sekolah”. Tegas Rani.

”Trus apa alasan utamamu?, kalah di pemilihan ketos?.”

”Bukan.”

”Nggak lolos tim inti basket?.”

”Bukan.”

”Nggak dipanggil di proyek dokumenter.”

”Bukan.” Suara Rani semakin keras.

”Gagal di Try out?.”

”Bukan.”

”Atau malu karena satu-satunya anggota Club Menulis sekolah yang teenlitnya belum diterbitkan?.”

”Bukan!!! Bukan!!! Bukan!!! Bukan!!!...,”

”Trus apa?.”

”Mau tau...? kalau emang km bener2 mau tau, buka kuping loe lebar2.” Nada suara Rani semakin tinggi.

”Dari tadi kuping gue nggak di kunci kok.”

”Loe, swidi, memey, nita, akmal....., Loe semua kemana saat gue punya masalah? Loe semua kemana saat gue sendiri? Loe semua kemana saat gue dan Lt2 trouble?.”

”Ok, ok... biar gue jelasin.”

”Mau jelasin apa?.”

”Yach itu kalau km ijinkan gue jelasinnya.”

”Nggak usah, paling yang ada cuma pembenaran dari loe aja.” Tolak Rani

”Trus gimana kamu menganggap gue n yang laen salah kalau gue ngga diberikan kesempatan untuk menjelaskan? Hakim saja butuh penjelasan dari saksi sebelum mendakwa!!.”

”Iya tapi aku bukan Hakim.” Rani membantah

”Iya tapi kamu menghakimi kami dengan pendapat km sendiri.” Balas Boy

”Udah deh, nggak usah diperpanjang.... Apa yang loe mau jelasin?.”

” makasih udah memberikan kesempatan.”

”Kelamaaaaannnn.”

”Ok, ok... Pertama : Km bilang kami kemana saat km n Eltito trouble? Bukannya kamu sendiri yang menghindar dan menutup diri dari kami saat itu. Alasannya kamu pengen sendiri dulu, dan kami membiarkan kamu menyendiri, hingga seminggu kemudian kamu menyatakan pada kami bahwa kamu sudah stabil, oleh karena itu kita nggak mau lagi ungkit2 masalah km dengan si Eltito. Yang Kedua : beberapa hari setelah km bilang udah stabil, km membuat sebuah pernyataan baru yang membuat kami terkejut yaitu pengen pindah sekolah. Kami tanya alasannya, tetapi kamu nggak mau bilang.”

”Tunggu.” Potong Rani. ”Bukankah sebagai seorang teman kamu semua pasti bisa ngertiin permasalahan aku.”

”Yah, tapi bukankah juga sebagai seorang Rani jika masih menganggap gue dan yang lain sebagai teman ia akan berbagi mengenai permasalahannya itu. Bukan malah menutup diri. Dan gue lanjutin yang Ketiga: Kamu pernah nggak nyisain waktu kamu untuk bercanda, ngobrol, ngerumpi dengan yang laen saat km masih jalan dengan Eltito. Di kantin, saat liburan, sepulang sekolah, kamu udah nggak pernah bareng kita semua lagi. Kamu terlalu asyik dengan pacar kamu itu. Bahkan list HP aku, swidi, Nita n Akmal nggak pernah ada di Inbox dan Panggilan Masuk dari kamu. Yang ada Cuma panggilan keluar di Hp kami. Dan yang terakhir: Beruntung banget si Eltito dapatin kamu. Tanpa menjatuhkan setetes keringat pun, ia mampu membuat seorang Rani suka padanya. Berbeda dengan aku, teman SMP kamu dulu yang tolol, nakal, yang bela-belain masuk seventeen hanya untuk satu SMA dengan kamu, sekaligus melanjutkan misi aku yang gagal di SMP 3 tahun silam.”

”Misi...?? Misi Apa?.” Rani penasaran.

”Ingat nggak waktu Ultah ke 13 kamu yang dirayaiin di kelas?. ”

”Iya..”

”Saat itu aku berniat memberikan sebuah komik favorit kamu, Inuiyasah seri terbaru sebagai kado dari aku. Tapi saat kuambil komik itu dari tas, kulihat Hadi telah terlebih dahulu memberikan sekeping VCD Inuiyasah terbaru. Dan kamu sempat melihat komik itu kukeluarkan dari tas dan mengatakan ”wah, itu kado untuk aku yach Boy..?.” dan kukatakan ”bukan, ini untuk Elva.”

”Trus kenapa membohongiku?.” Rani bertanya.

”Ehm, untuk apa sebuah surat jika sudah ada SMS, dan untuk apa sebuah komik Inuiyasah jika sudah ada VCDnya.” Jawab Boy

”Trus apa hubungannya dengan misi yang kamu maksud itu?.” Rani penasaran.

”Itu bagian dari misi yang gagal. Ingat nggak waktu malam perpisahan SMP kita.” Boy yang mencoba mengingatkan Rani

”Iya..”

”Saat itu kamu mengenakan sepatu kupu-kupu pada Drama musikal persembahan Osis. Sebenarnya aku sudah membelikannya terlebih dahulu dari hasil tabunganku. Tapi saat ingin kuberikan untukmu di tempat gladi Drama itu, Si Iqbal pacar barumu yang notabenenya anak pejabat, telah mendahuluiku memberikan sebuah sepatu yang akan kamu pakai pada Drama musikal malam perpisahan.”

”Kenapa kamu harus repot-repot membelikan sepatu itu?.”

”Itu karena dulu aku cinta sama kamu Rani...”

Rani tak begitu kaget mendengar perkataan Boy. Itu karena semenjak SMP, Rani udah tahu perasaan Boy. Hanya saja Boy tak pernah mengatakan langsung ke Rani saat itu.

Namun ada sesuatu yang membuat Rani begitu penasaran. Ia tak tahu bagaimana perasaan Boy sekarang. Apakah cinta Boy masih utuh tersegel sejak SMP hingga sekarang, atau Boy udah menganggapnya teman biasa.

”Sekarang?.” Rani mencoba memancing keingintahuan otaknya terhadap perasaan Boy.

”Sekarang misiku sudah diujung tanduk, tinggal menghitung hari. Jika si target udah pindah sekolah maka misiku dinyatakan MISSION FAILED.”

”Target?.” Rani heran dan tiba-tiba saja jantungnya berdegup cepat.

”Yah, Seorang Rani yang tak pernah merasakan perjuangan seseorang untuk mendapatkan cintanya.”

”Gimana aku mau merasakan kalau nggak di ungkapkan.”

”Pengungkapan bagiku bukan lewat kata tapi lewat perbuatan.”

”Trus, apa loe masih mau melanjutkan misimu itu?.” Detak jantung Rani semakin cepat.

”Yah, selama kupu-kupu itu belum terbang ke bunga yang lain.” Boy sambil mencoba membuat dirinya setenang mungkin.

”Misi Kamu sudah berakhir kok...”

”Maksudnya, kamu udah pindah sekolah?.” Boy tampak tegang diiringi butiran keringat didahinya.

”Nggak, tapi aku sudah mendarat di pucuk hati seorang Boy. Dari dulu juga aku sudah sayang sama kamu, tapi aku nggak tahu perasaan kamu ke aku.”

”Artinya misi aku berhasil?.”

”Yup, Your Mission a completed.” Detak jantung Rani kembali normal

-oGHie-, SELESAI 27 November 2008