About my Blog

wELCOMe aja, gillaaa!! udah 2 jam gw duduk depan monitor komputer gw tapi design bLOG gw hanya seginnii!!!, cOwly freN pUlsa keburu Habbeeezz jd bLog gW cUma gini aja yAch. Oh iya, haMpir luppa!! disini gue haNyalah seBuah hUruf yg teraCak acaK..!! (bukan pamer) tapi hanya niat berbagi!!! nGGak usah negative tHink deh.. ok. gW tuNggu comment kAlian, mau yG manis, pahit, pedas, asem, jorok… intinya moral kalian semua masih ada kan!!! hahahahahha :D

Rabu, 10 Desember 2008

Mission Complete (Cerpen)

Oleh: Oghie, 2008

”Aku nggak tau apa yg bakal terjadi nanti. Aku lagi home alone neh. Bokap nyokap pada ke Tasikmalaya, Swidi belum pulang dari Olimpiade sains di Tokyo, Nita ma Akmal ke toko, Memey kuliah…. aku home alone, lonely buanget… dulu-dulu kalau lonely pasti calling Lt2… skrg dia udah punya jalan yang menurutnya terbaik, pahit buanget… tapi skrg aku jauh lebih kuat ketimbang kemaren-kemaren. taon 2008 benner-benner taon yg tersulit untuk aku…I lost everything….aku kehilangan Lt2, orang yg udah sedikit buanyak merubah hidupku, ngebimbing aku agama, and yang pasti gara-gara dia aku jadi nyadar kalau Tuhan benar-benar yg Maha penentu… semua impian dan harapan aku ilang bersama waktu…. but sudahlah, moga ada ganti yg jauh lebih baek lah….amien….kemarin aku jg nggak lolos calon ketua Osis, harapan satu-satunya aku tuk samain prestasi kakak harus bisa jd Ketos. trus today ga lolos di tim inti ekskul basket, sblmx nggak dipanggil di kru film dokumenter sekolah, gagal di Try Out UAN ….and panggilan dari penerbit Teenlit gw belum datang-datang…. Mau jadi apa aku kelak yah???....

”Aku benar-benar kosong skrg. Tapi perasaan aku jauh lebih enak ketimbang harus tiap hari lewat lantai 2 yang punya kisah indah…plus kisah pahit, aku nggak sanggup terus-terusan berada di sekolah yang sama dgn Lt2.. nggak sanggup!!!… apalagi harus ketemu sama it’s girlfriend-nya…. Ampiiuun ya Tuhan… Tidak, PLEASE KASIHANI HAMBAMU INI…..SAKIT SKALIIIIII…. yah, akhirnya aku putusin kluar dari sekolah itu….Aku juga kecewa dengan My Bestfriend yang udah janji perbaiki hubungan gw dengan Lt2. But buktinya malah ”Okurete Sumimasen!!!” …Oh God, cukup deh…aku nggak tahan lagi…..”.

”Tapi sudah lah, aku nggak mau berbalik ke belakang lagi… aku emang sekarang nggak punya impian dan harapan, aku hanya punya satu….. Keyakinan Bahwa Tuhan ada bersama aku…. itu aja, aku hanya ingin menghabiskan sisa umur aku untuk beribadah padaNYA, apalagi… smua dah lewat dan nggak mungkin kembali, Orang yg berarti buanget bagi aku telah singgah di lain hati. Aku ngundurin diri dari sekolah itu, impian di Seventeen gagal…. so nggak ada lagi…. Satu-satunya yang jadi pikiran aku skrg adalah 4x pembayaran kartu pasca bayar aku dari bulan lalu, tabungan aku mungkin nggak cukup untuk pay 4x, blum lagi pay mobil aku yg keserempet kemaren di parkiran NAV. Aku punya tanggung jawab untuk itu… trustrang, aku pengen banget nggak nyusahin ortu and meringankan beban keluarga tapi sekarang aku nyerah, aku putus asa… aku lelah menggapai impian-impian itu…. aku mau serahkan semua saja sama waktu setidaknya aku udah usaha….please, Bantu aku Lohan...

”Aku mau ngapain yah lonely gini…? mau nonton, hari ini nggak ada COOKIES, mau dengar music… ahhh nggak deh, music bikin aku ingat masa lalu. Paling kalau nggak tidur baca buku aja… hanya buku yang bisa hibur aku… Thank’s Lt2 udah ngasih aku kenang2an yang bikin aku dekat, tenang disaat suntuk….”.

”Hei Lohan, jika aku masih diperkenankan menjadi temannya gimana?” Lohan hanya terdiam saja di Aquarium itu mendengar curhatan Rani dan membuatnya tak mendengar jika suara bel pagar dari luar terus saja berbunyi.

”Hei Lohan, jangan tidur dong!!!, gw Lonely nih...” Ikan Lohan itu masih saja terdiam sambil menikmati gelembung-gelembung air.

Dritt..Dritt, Messege From:Boy (+6241157315xx)

Wooii.. gw tau loe d dLm, bUkain duNk pAgaR loe!!! gW diluAr kEpanSn.

”Tumben anak ini kemari...”. Suara deringan SMS yang terus menerus membuat Rani menggeretu dan akhirnya memaksanya turun dari sofa. Sudah 2 jam ia terus bertatap-tatapan dengan lohan itu hingga membuat Lohan itu sendiri bosan melihatanya. Dengan bertelanjang kaki, dia menuju pagar. Perlahan ia menggeser gagang pagar tersebut.

”Ngapain kau kemari...?”. Suara Rani terdengar tajam.

”Jenguk orang sakit...”. Boy lebih mempertajam lagi bahasanya.

Rani berbalik dan melangkah ke ruang tamu. Boy mengikuti langkahnya sambil bersiul, menatap kakatua didalam sebuah sangkar yang tergantung di Teras rumah Rani. Rani langsung menuju Pantry untuk membuat kopi dingin. Boy langsung duduk di sofa. Rani kemudian mengambil beberapa butir es batu dari kulkas. Dari ruang tamu Boy hanya mampu melihatnya tanpa ekspresi.

”Kamu bener-benner nggak mau cabut keputusan loe untuk pindah ke Sekolah lain?”. Tanya Boy.

”Mau mencoba menghambatku ya...?”. Sambil menuangkan gula cair dalam sebuah gelas, Rani membalas pertanyaan Boy.

”Gue cuma tanya Rannniiiii...”.

”Yang pastinya ada alasan di balik pertanyaanmu itu kan!!!”. Mendengar perkataan Rani, Boy hanya bisa terdiam.

Dua cangkir kopi dingin favorit dan beberapa kepingan kentang goreng menjadi pembuka obrolan mereka di siang panas ini. Dulu saat Rani belum tertimpa Tsunami Lt2, dalam sehari mereka selalu menjadwalkan satu jam untuk bersantai di KopiPark sepulang sekolah.

”Sudahlah, terima aja kenyataan”. Nyengir Boy.

”Kenyataan apa?”. Tanya Rani sambil meneliti maksud perkataan Boy.

”Lt2”. Kilah Boy.

”What...!!!, It’s too easy. There’s a lot of wreckage back there.”

”What about it?, bukan hanya kamu, semua orang pasti punya masalah,”

”Ia, tapi Lt2 bukan alasan utama yang membuat aku berencana pindah sekolah”. Tegas Rani.

”Trus apa alasan utamamu?, kalah di pemilihan ketos?.”

”Bukan.”

”Nggak lolos tim inti basket?.”

”Bukan.”

”Nggak dipanggil di proyek dokumenter.”

”Bukan.” Suara Rani semakin keras.

”Gagal di Try out?.”

”Bukan.”

”Atau malu karena satu-satunya anggota Club Menulis sekolah yang teenlitnya belum diterbitkan?.”

”Bukan!!! Bukan!!! Bukan!!! Bukan!!!...,”

”Trus apa?.”

”Mau tau...? kalau emang km bener2 mau tau, buka kuping loe lebar2.” Nada suara Rani semakin tinggi.

”Dari tadi kuping gue nggak di kunci kok.”

”Loe, swidi, memey, nita, akmal....., Loe semua kemana saat gue punya masalah? Loe semua kemana saat gue sendiri? Loe semua kemana saat gue dan Lt2 trouble?.”

”Ok, ok... biar gue jelasin.”

”Mau jelasin apa?.”

”Yach itu kalau km ijinkan gue jelasinnya.”

”Nggak usah, paling yang ada cuma pembenaran dari loe aja.” Tolak Rani

”Trus gimana kamu menganggap gue n yang laen salah kalau gue ngga diberikan kesempatan untuk menjelaskan? Hakim saja butuh penjelasan dari saksi sebelum mendakwa!!.”

”Iya tapi aku bukan Hakim.” Rani membantah

”Iya tapi kamu menghakimi kami dengan pendapat km sendiri.” Balas Boy

”Udah deh, nggak usah diperpanjang.... Apa yang loe mau jelasin?.”

” makasih udah memberikan kesempatan.”

”Kelamaaaaannnn.”

”Ok, ok... Pertama : Km bilang kami kemana saat km n Eltito trouble? Bukannya kamu sendiri yang menghindar dan menutup diri dari kami saat itu. Alasannya kamu pengen sendiri dulu, dan kami membiarkan kamu menyendiri, hingga seminggu kemudian kamu menyatakan pada kami bahwa kamu sudah stabil, oleh karena itu kita nggak mau lagi ungkit2 masalah km dengan si Eltito. Yang Kedua : beberapa hari setelah km bilang udah stabil, km membuat sebuah pernyataan baru yang membuat kami terkejut yaitu pengen pindah sekolah. Kami tanya alasannya, tetapi kamu nggak mau bilang.”

”Tunggu.” Potong Rani. ”Bukankah sebagai seorang teman kamu semua pasti bisa ngertiin permasalahan aku.”

”Yah, tapi bukankah juga sebagai seorang Rani jika masih menganggap gue dan yang lain sebagai teman ia akan berbagi mengenai permasalahannya itu. Bukan malah menutup diri. Dan gue lanjutin yang Ketiga: Kamu pernah nggak nyisain waktu kamu untuk bercanda, ngobrol, ngerumpi dengan yang laen saat km masih jalan dengan Eltito. Di kantin, saat liburan, sepulang sekolah, kamu udah nggak pernah bareng kita semua lagi. Kamu terlalu asyik dengan pacar kamu itu. Bahkan list HP aku, swidi, Nita n Akmal nggak pernah ada di Inbox dan Panggilan Masuk dari kamu. Yang ada Cuma panggilan keluar di Hp kami. Dan yang terakhir: Beruntung banget si Eltito dapatin kamu. Tanpa menjatuhkan setetes keringat pun, ia mampu membuat seorang Rani suka padanya. Berbeda dengan aku, teman SMP kamu dulu yang tolol, nakal, yang bela-belain masuk seventeen hanya untuk satu SMA dengan kamu, sekaligus melanjutkan misi aku yang gagal di SMP 3 tahun silam.”

”Misi...?? Misi Apa?.” Rani penasaran.

”Ingat nggak waktu Ultah ke 13 kamu yang dirayaiin di kelas?. ”

”Iya..”

”Saat itu aku berniat memberikan sebuah komik favorit kamu, Inuiyasah seri terbaru sebagai kado dari aku. Tapi saat kuambil komik itu dari tas, kulihat Hadi telah terlebih dahulu memberikan sekeping VCD Inuiyasah terbaru. Dan kamu sempat melihat komik itu kukeluarkan dari tas dan mengatakan ”wah, itu kado untuk aku yach Boy..?.” dan kukatakan ”bukan, ini untuk Elva.”

”Trus kenapa membohongiku?.” Rani bertanya.

”Ehm, untuk apa sebuah surat jika sudah ada SMS, dan untuk apa sebuah komik Inuiyasah jika sudah ada VCDnya.” Jawab Boy

”Trus apa hubungannya dengan misi yang kamu maksud itu?.” Rani penasaran.

”Itu bagian dari misi yang gagal. Ingat nggak waktu malam perpisahan SMP kita.” Boy yang mencoba mengingatkan Rani

”Iya..”

”Saat itu kamu mengenakan sepatu kupu-kupu pada Drama musikal persembahan Osis. Sebenarnya aku sudah membelikannya terlebih dahulu dari hasil tabunganku. Tapi saat ingin kuberikan untukmu di tempat gladi Drama itu, Si Iqbal pacar barumu yang notabenenya anak pejabat, telah mendahuluiku memberikan sebuah sepatu yang akan kamu pakai pada Drama musikal malam perpisahan.”

”Kenapa kamu harus repot-repot membelikan sepatu itu?.”

”Itu karena dulu aku cinta sama kamu Rani...”

Rani tak begitu kaget mendengar perkataan Boy. Itu karena semenjak SMP, Rani udah tahu perasaan Boy. Hanya saja Boy tak pernah mengatakan langsung ke Rani saat itu.

Namun ada sesuatu yang membuat Rani begitu penasaran. Ia tak tahu bagaimana perasaan Boy sekarang. Apakah cinta Boy masih utuh tersegel sejak SMP hingga sekarang, atau Boy udah menganggapnya teman biasa.

”Sekarang?.” Rani mencoba memancing keingintahuan otaknya terhadap perasaan Boy.

”Sekarang misiku sudah diujung tanduk, tinggal menghitung hari. Jika si target udah pindah sekolah maka misiku dinyatakan MISSION FAILED.”

”Target?.” Rani heran dan tiba-tiba saja jantungnya berdegup cepat.

”Yah, Seorang Rani yang tak pernah merasakan perjuangan seseorang untuk mendapatkan cintanya.”

”Gimana aku mau merasakan kalau nggak di ungkapkan.”

”Pengungkapan bagiku bukan lewat kata tapi lewat perbuatan.”

”Trus, apa loe masih mau melanjutkan misimu itu?.” Detak jantung Rani semakin cepat.

”Yah, selama kupu-kupu itu belum terbang ke bunga yang lain.” Boy sambil mencoba membuat dirinya setenang mungkin.

”Misi Kamu sudah berakhir kok...”

”Maksudnya, kamu udah pindah sekolah?.” Boy tampak tegang diiringi butiran keringat didahinya.

”Nggak, tapi aku sudah mendarat di pucuk hati seorang Boy. Dari dulu juga aku sudah sayang sama kamu, tapi aku nggak tahu perasaan kamu ke aku.”

”Artinya misi aku berhasil?.”

”Yup, Your Mission a completed.” Detak jantung Rani kembali normal

-oGHie-, SELESAI 27 November 2008

0 komentar: