About my Blog

wELCOMe aja, gillaaa!! udah 2 jam gw duduk depan monitor komputer gw tapi design bLOG gw hanya seginnii!!!, cOwly freN pUlsa keburu Habbeeezz jd bLog gW cUma gini aja yAch. Oh iya, haMpir luppa!! disini gue haNyalah seBuah hUruf yg teraCak acaK..!! (bukan pamer) tapi hanya niat berbagi!!! nGGak usah negative tHink deh.. ok. gW tuNggu comment kAlian, mau yG manis, pahit, pedas, asem, jorok… intinya moral kalian semua masih ada kan!!! hahahahahha :D

Minggu, 20 September 2009

Tiga Koma Lima.

Ah, bukan saatnya aku sibuk sendiri dengan duniaku. mungkin awan akan segera menutup tirainya dibawah matahari jika barisan tombol dikeyboard tak secepatnya ku usik. entah apa yang mendorongku untuk mengatakan ini. story yang dulu tak pernah kunikmati jalannya. bukan... bukan... hujan bakalan cepat turun jika kukatakan tak kunikmati jalannya. ah terserah kesimpulan kalian sih jika mencapai persimpangan kalimat ini. silahkan kalau mau menilai ini sebagai sebuah nasehat atau cerita bijak. tapi menurutku ini cuma tetesan air yang jatuh ke laut dan membentuk lingkaran-lingkaran sesaat, lenyap ketika layar berdiri.

Maret, 2006|MKS|21 - 30 °C|03.05 PM

Aku mengenalnya di paruh tahun ia menginjakkan pasir. Tak goyang dengan abrasi pantai, tak lepas saat kerak bumi bergeser. Tapi sekarang dia tak sesempit muara sungai yang kalian pikir. coba kalian selami, aku yakin kalian tidak akan melihat ganggang, melainkan melihat terumbu karang dengan lubang-lubang udara didalamnya. Namun herannya, entah kenapa kalian semakin lupa membuat jeda ombak dengan dia.

September, 2006|MKS|25 - 35 °C|03.05 PM
Aku tertahan. terlambat menemuinya dalam selintas pertemuan dua kornea. Terjebak dalam pusaran air. mengikatku, menyerapku dalam botol bekas penumpang pesiar. Untungnya aku tetap didasar laut, bergabung lumpur dan sampah yang tak lama lepas kembali.

Tahun pertama didepan "Koma". aku menutup kaca dan hanya menambah kabut-kabut yang mencakarku. Terlalu sibuk menjauhkan diri, tapi ia tak tahu kalau aku tak menjauhkan hati. Pijakannya bergeser. Dan dia berusaha mencari butir pasir lain untuk tapaknya. ehm, sepertinya seratus persen diamini oleh kalian semua bahwa tak seorang pun ingin merasakan kesepian. dan itu tak akan bisa kalian hilangkan dari ingatanku, sekalipun dia ingin menenggelamkannya. Sedalam apa pun laut.

September, 2009|JKT|25 - 35 °C|03.05 AM
3,5 Years later. Aku tak sanggup menuliskan bagian terakhir bersamamu...





Selasa, 02 Juni 2009

The Microscopic Character

THE MICROSCOPIC CHARACTER
Oghie-X

Guys’. Loe pasti sering kan mendapatkan sebuah pertanyaan seperti ini: “Untuk apa kamu dilahirkan.” gue tau loe udah bertahun-tahun hidup didunia ini, dan pertanyaan seperti ini mungkin udah nggk asing lagi dikuping loe. Baik yang dimunculkan dari pikirin loe, ataupun ditanyakan langsung oleh seseorang. Mungkin sebagian dari spesies loe menganggap pertanyaan tersebut udah basi dan terlalu kekanak-kanakan, bahkan bisa jadi loe menganggap pertanyaan ini gariiing, menggelikanlah, apatislah, sok filisoflah atau apapun itu. Ngaku aja deh loe...!!!. tapi pernah nggk loe berpikir untuk menjawab pertanyaan tersebut?. Pertanyaan yg loe anggap basi, garing, dsb. Atau mungkin loe merasa udah menjawabnya?. Apa coba jawaban loe? (kerjakan dipapan tulis sesuai daftar hadir...) dan paling disitu-situ doang, seperti: ”Aku dilahirkan untk berbagi”, ”untk membahagiakan orang tua”, ”untk sukses, bahagia, punya anak cuakep seperti BodyAnduk dan cantik seperti Omas”, atau mungkin jawaban loe ”Untuk beribadah”, ”untk berbuat baik”, ”untk mati”, ”untk jd Batmanlah, supermanlah, spidermanlah, takdirlah”. Nyadar nggk, kalo jawaban loe itu yang basi. Dan terlalu copy-paste. Atau loe akan mencoba menyusun kata-kata tingkat tinggi dengan EYD yang baik dan dibumbuhi oleh kalimat sastra supaya kedengaran enak?. Tapi nyadar nggk kalau jawaban loe itulah yang sok filosofian, yang bertele-tele dan berputer2 dari terminal Daya ke bandara Sultan Hasanuddin (mana naik becak laggee!!!). parahnya lagi, mungkin sebagian dari loe-loe akan mengadopsi kata-kata Mario Teguh untuk menjawab pertanyaan tersebut. ”Loe tanya bapak itu, apakah dia terlahir dari orang yang miskin nggak?” (ngomongnnya gampang klo udah kaya!!!). Mendingan tidak menjawab soal ujian sama sekali daripada harus nyontek.

Mungkin agak lebih mending jika ada secuil dari loe yang memilih untuk tidak dilahirkan daripada harus menjadi beban kehidupan seperti, L** (jgn marah, cz gue nggk sebut loe!!!). Atau mungkin ada juga yang bener2 tau untuk apa dia dilahirkan, tapi nggak bisa jadi jaminan klo spesies loe itu tau peran apa yang harus dia mainkan di dunia ini. Dan ngaku aja loe, klo kebanyakan dari loe menyerahkan sepenuhnya peran kamu pada sebuah waktu? Iya kan...?, dengan kata lain loe akan lihat profesi loe nantinya. Tetapi apakah peran hanya sebatas profesi doang?, jika peran adalah sebuah profesi berarti peran para Rasul dalam menyampaikan wahyu adalah sebuah profesi juga. Sekarang gue tanya. Gajinya dimana?, yang gaji siapa? loe bayar berapa ke Dia demi keselamatan loe? (lagian belum tentu loe selamat). Atau Thomas A. Edison pernah loe kasi apa dalam menyinari kamar loe?, Alexander G. Bell pernah loe bayar berapa dalam membantu loe ngobrol dgn cewek loe yang berbeda tempat?. Itu semua yang loe maksudkan peran=profesi?. Sorry La yauuu... pada saat orang yang berprofesi bagus dengan gaji tinggi itu mati/wafat, kok profesinya ikut meninggal juga yahh?. Trus kenapa orang yang berperan dalam menyampaikan wahyu, menemukan lampu, menemukan telepon, menolong orang banyak, dan lain2, perannya sampai sekarang masih ada, bahkan hingga dunia kiamat pun kemungkinan perannya tidak akan mati? (padahal ada yang nggk digaji lho!!! He he he). Mungkin loe bisa sanggah dengan mengatakan bahwa itu merupakan takdirnya?. Tp tunggu dulu, kenapa kita harus terlahir kalau hanya untk ditentukan sana-sini?. Secara tidak langsung loe mengatakan kita ini ibarat mainan anak kecil yang dimainkan sesuka hati oleh Tuhan. Tp kenapa kenapa dunia harus kiamat kalau setelah itu nggk ada lagi kehidupan?. Trus apa yang akan dimainkan Tuhan lagi?. Trus, adilkah Tuhan jika perbuatanmu hanya bertahun-tahun tp akan dicampakkan ke neraka selama-lamanya?. Atau masih ada alternatif lain. mungkin mereka pernah hidup lebih dari satu kali, dan belajar dari kehidupan sebelumnya. Yang dikehidupan pertama menganggap bahwa profesi/jabatan/pekerjaan yang bagus akan mendatangkan kesuksesan, trus berujung pada kebahagian, toh saat mereka mati profesinya ikut mati, dan saat mereka terlahir kembali profesinya tidak ikut kembali (nggak bawa apa2 coy, telanjang doang!!!). Namun dikehidupan selanjutnya mereka mengutamakan mengambil sebuah peran yang bermanfaat di dunia sehingga pada saat kembali menemukan kematian, perannya tidak ikut mati, dan pada saat itulah kebahagiaan akan keberadaanya di dunia masih tetap ada (meski merasa asing waktu terlahir kembali). Maybe...
  • ”Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?” [Al-Baqarah, 28]
  • ”Sesungguhnya setiap yang lahir, kematian adalah pasti, demikian pula setiap yang mati, kelahiran adalah pasti, dan ini tak terelakkan; karena itu tidak ada alasan engkau menyesal” [Bhaghavad Gita, 11:27]
  • "Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus." [1 Korintus, 15:22]
Oghie-Jakarta, 3 Mey 2009 (tertumpa begitu saja disebuah kos2an di Petojo, Jakarta Pusat).

* perilaku sebuah benda mikroskopik selalu didasarkan pada prinsip ketakpastian (Heissenberg uncertainty principle) dan pada tafsiran kemungkinan (probability interpretation) yang sama sekali tidak berlaku untuk sebuah benda makroskopik (Prof. P. Silaban, Ph.D)

Jumat, 13 Februari 2009

Enam Tipe Mahasiswa

YANG MANAKAH KAMU?
(6 Tipe Mahasiswa Versi Oghie-X)


Bukannya gue ingin mengkotak-kotakkan Mahasiswa, tapi realitanya semenjak gue menjalani kuliah di 3 kampus yang berbeda, merekalah yang mengkotak-kotakkan dirinya dalam menjalani status kemahasiswaan. (Nggak percaya…????, Loe Nongkrong aje seharian di Kantin kampus loe… Amati satu persatu gerak-gerik Mahasiswa tersebut. Kalau perlu loe ikutin kemanapun ia pergi…” *Jgn ikuti kalau ia masuk WC..!!!, kata Pak Udztaz bisa nimbulkan Fhitnah, he he he”. Ok ok berikut adalah tipe Mahasiswa tersebut menurut versi gue (Kalau ada apa2 loe nuntutnya ke gue, jgn nuntut ke emak loe), bawa pengacara yachh!!!.

1. Mahasiswa 3K (Kampus, Kos, Kampung)
Entah apa yang yang mereka cari mahasiswa macam ini. Tiap harinya ia jalani dengan monoton, nggak ada yang berubah. Yang ia tau Cuma masuk kuliah (datang, duduk dan diam), trus pulangnnya perkosa kasur dikamar kosnya. Dan mungkin saja kalau mereka punya komputer ia bisa jadi pakar “Spider Solitaire” atau bahkan “Zuma”. Paling tiap bulan cek ATM, harapkan kiriman dari ortu segera datang. Jika kampus libur 3 minggu, maka ia akan genapkan jadi 1 Bulan.

2. Mahasiswa Bureng (Buru Rengking)
Tipe ini Ahli dalam PDKT terhadap Dosen (Loe jadi SALES aja bro!!!), sebenarnya mereka nggak pintar-pintar amat sih, namun ia pandai mengemis A,B,C. kalau D,E,T ditongkrongin deh rumah dosen!!. Paling alergi kalau dapat soal (Kerjakan Berdasarkan Stambuk Masing2) Quiz, Mid dan Final. And satu lagi, senjata pamungkasnya untuk dapat nilai yaitu “KEHADIRAN”. Datang tepat waktu, pulang telpon Dosen.

3. Mahasiswa Burger (Buru Gelar)
Mereka dilengkapi dengan Money yg buanyak, tinggal bayar sana, traktir sini, Simsalabim Abrakhadabra Tugas2 selesai!!!. Kebanyakan dari mereka udah kerja dan agresif pengen naek jabatan. Makanya ia kuliah hanya Titel Only. Dan 85% dari mereka, kemungkinan skripsinya dikerjakan oleh mafia skripsi yang bertebaran dikampus (Cost $150) Murah kok!!!.

4. Mahasiswa Buta (Buru Cinta)
Kebanyakan dari mereka kuliah karena ikut pacar waktu SMA. Atau mereka yang belum sempat ngungkapin cintanya ama Doi sewaktu SMA dulu. Makanya mereka terus-menerus memburunya hingga jadilah skenario “kebetulan satu kampus!!!”. Hari-harinya dihabiskan di kampus dengan mendirikan Dinding-dinding baja untuk sang mangsa. Ia terus saja memperlihatkan kepribadian yang ia miliki pada mangsanya. Kalau bahasa latinnya, Lambertus (Lambat Berterus terang).

5. Mahasiswa Teror (Terus Organisasi)
Jarang dari mereka menyelesaikan kuliah tepat pada waktunya. Nilai-nilainya HAUS (Hancur terus). Tiap harinya kalau bukan nongkrong disekretariat organisasi, mereka nongkrong di kantin, atau mereka rapat, atau ada dijalanan lagi Demo. Hampir tiap tahunnya namanya tercantum dalam Kepanitiaan OSPEK. Banyak MABA takut menatapnya. Tidak pernah melewatkan SP (Semester Pendek). Meski kerjanya Cuma ngurus organisasi, namun tak bisa dipungkiri banyak dari mereka yang cerdas-cerdas.

6. Mahasiswa Rakus (Rasional, Analitis, Kritis, Universal, Subjektif)
Tengoklah kamarnya, gue jamin dipenuhi oleh buku-buku ilmiah. Kebanyakan dari mereka dapat menyeimbangkan antara Kuliah, organisasi, dan cinta. Mereka sangat dekat dengan Staf Perpustakaan, atau cukup akrab dengan Satpam Toko Buku. Paling penasaran dengan hakekat dan prinsip kerja sesuatu. Oleh karena itu, banyak Dosen mengatakan, merekalah calon pemimpin terbaik masa depan.


Udah ketemu tipe kalian? Nah, sekarang sebenarnya tujuan kuliah untuk apa sih..??? pengen dapat kerja bagus? Trus menghasilkan uang?, Trus merit?, Trus sukses?, Trus bahagia?. Nah, trus Kalau udah bahagia…??? apa coba..??? itu kalau loe bahagia… trus kalau nggak…??, Mati…? Reinkarnasi…? Apa sih yang loe cari?. Massaaa hidup hanya segitu…!!! Nggak menarik bro!!!. Apa nggak ada hidup yang lebih menarik, lebih berkesan, dan lebih imajinatif!!!.
“Dunia-Mu ini luas, namun mengapa mereka mempersempitnya?”.


Oghie-X, 13 February 2009/03.02 Dini Hari.

Senin, 02 Februari 2009

Orang Itu Bilang Menguasai Waktu!

ORANG ITU BILANG MENGUASAI WAKTU
Oghie-X

Ia terus saja mengejar benda itu. Jika benda itu terbang maka ia akan kenakan sayapnya, jika benda itu turun ke air maka ia akan pasang pelampungnya, bahkan mungkin jika benda itu dikubur dalam tanah maka ia pun akan ikut kedalamnya demi meraih benda itu. Ia tak tahu darimana benda itu berasal. Yang ia tahu bahwa jika benda itu terus ditangannya maka ia akan bahagia. Dan menurutnya bahagia adalah mendapatkan apa yang kita inginkan (Ketik REG TIDAK, jika loe tak sependapat :P).

Ia pernah berkata, “dengan mengatur waktu”, “dengan membagi waktu”, “dengan mempersingkat waktu” benda itu nantinya akan ia raih. So…??, Apa hubungannya Ia, Waktu dan benda itu?.

Bukankah pada saat lapar ia pengen makan, dan pada saat haus ia pengen minum? Siapa yang mengatur semua itu… Ia atau waktu? Yang diatur siapa dan yang mengatur siapa.

Bukankah pada saat terang ia beraktivitas, dan pada saat gelap ia beristirahat? Siapa yang membagi semua itu… Ia atau waktu? Yang dibagi siapa dan yang membagi siapa.

Bukankah 1 jam = 60menit, dan 1hari = 24 jam? Siapa yang bisa mempersingkat semua itu… Ia atau waktu? Yang dipersingkat siapa dan yang mempersingkat siapa?. Bukankah Jam, Menit, Detik hanyalah sebuah durasi, bukan sebuah waktu?.

Dan ia pernah berkata, “untuk menemukan benda itu, membutuhkan sebuah waktu…”
Sebenarnya ia yang menemukan benda itu, atau ia yang ditemukan oleh benda itu?. Siapa yang mempertemukannya?

Sebenarnya siapa kamu WAKTU?, Ada yang mengatakan bisa menguasaimu? Namun saat jantungnya terhenti kamu tidak ikut berhenti. Bukankah usianya dibatasi olehmu? Bukan ia yang membatasi. Ayo jawab waktuuuu!!!!, ia masih saja mengatakan menguasaimuuuu….

Hei waktu… Apa emang ia menguasaimu? Kenapa uang itu menguasainya, sedangkan uang itu hanyalah benda yang kamu bawa dari pecahan-pecahanmu?. Ayo jawab waktuuuu!!!!, atau orang itu yang kurang waras…, gila…., stress…, idiot…, schizoprenia…, Amnesia…., gara2 mengejar bendamu itu?

Kamu yang menguasai waktu, atau kamu yang dikuasai waktu…?

Kamis, 01 Januari 2009

Cinta Rasa Tai

Kisah cinta yang mengharukan lagi kocak ini terjadi kepada 7 Orang pemuda yang masih berstatus mahasiswa di sebuah perguruan tinggi di makassar, tepatnya di AMIK Profesional. Ke tujuhnya mengambil jurusan yang sama yaitu Teknik Komputer, bukan berarti mereka lulusan dari SMU yang sama. Mereka dari SMU yang berbeda, kecuali Oghie & Akmal. Dulu mereka satu sekolah, tetapi Akmal yang jadi kakak kelas Oghie saat itu. Mereka baru saling kenal di kampus itu.

Di musim panas pada tahun 2003 mereka memulainya menjadi seorang mahasiswa Teknik Komputer, hingga sekarang mereka telah menjalani 3 semester. Bukan sekedar untuk mengamati komputer saja, meskipun itu memang salah satu alasannya. Kampus itu kecil namun ramai, seluruh mahasiswanya pun ramah hingga dosennya, Meskipun ada beberapa yang kurang begitu bersahabat sih di mata mahasiswanya... tapi aku yakin kok mereka itu baik. dan kampus itulah yang bakalan menjadi kenangan mereka bertujuh.

Keluarlah Boy dari ruangan tempat ia kuliah Praktikum. Bukan diusir oleh Pak Dosen melainkan menerima telepon dari Ayahnya.

” Halo Pap.. Kenapa ?” Tanya Boy
” Habis Pulang kuliah kamu langsung ke Kantor Papa yach...” Sahut Ayahnya, Dan Boy pun berharap ini merupakan kejutan.

” Ada apa sih Pap...?
” Aku minta kamu bantu Papa bikin Surat Peminjaman barang di kantor Papa...”

Harapan untuk mendapatkan kejutan terjawab untuk Boy. Sebuah kejutan yang tak pernah berubah dari Ayahnya.

” Iya Pap nanti aku kerjakan....” Dengan wajah yang lemas.

Pukul 11.00 suasana kampus begitu tenang. Mahasiswa yang banyak bete’ terpaksa lebih memilih ke perpustakaan. Boy yang berniat kembali ke ruangan, melihat tiba – tiba seorang wanita melintas di hadapannya, menuju tangga tempat Birokrasi kampus berada. Bola mata Boy seakan ingin melompat, indera penciumnya disambut keharuman wanita itu. Yang paling Boy suka dari wanita itu adalah bross Marlion singapura yang dipakainya sebagai. Boy terkejut, sepertinya ia mengenali benda itu. Sejenak Boy memejamkan matanya dengan niat mengingat benda itu.

” upssss....!!!.” refleks Boy.

Dengan cepat dan langkah kaki Boy yang tidak seperti biasanya, Boy bergegas menuju ruang kuliah dan membuka pintu. Boy menarik tasnya dari bawah kursi, dan sepertinya ada sesuatu yang ingin ia pastikan. Bross Marlion yang melekat di tas wanita itu Mirip punya Boy yang diklaim hanya satu – satunya. Rasa heran dan penasaran Boy memuncak terhadap benda singapur itu.

” Kok ada yang sama yach...” Curhat Boy dengan benaknya.
***********
Siang itu Rasanya Boy perlu menjelaskan mengapa ia mengajak Oghie ke kantin menyeruput Moccacino, yaitu suatu kebetulan yang terjadi saat jam kuliah.

” Tadi aku melihat wanita saat jam kuliah..., sepertinya ia mahasiswa baru,Ghie...”
” Menarik nggak...?.” tanya Oghie.

” Ya jellass lah...!!!, mata gue gitu loch...” Dengan Tenarnya Boy.
” Truss...”
” Bross marlion kiriman sepupu aku di singapura, sama dengan bross yang dipakai cewe itu...”
” Truss...”
” Yang aku herankan, kata sepupu aku, Bross itu Cuma satu-satunya di singapura dan termasuk benda langka, mennn.”

” Emang, sepupu lue aja yang pernah ke singapur..., jangan2 Bross itu buatan indonesia, trus di ekspor ke singapura... trus jadi deh benda langka..., wahahahhahaha!!!. ”
”Enak aja lue...!!!”.
” Bisa jadi kan..., buktinya tu cewek pake’...” ejek Oghie

Siang itu saat obrolan Boy & Oghie berlangsung, si manusia party (Alex) datang. Dengan kepala bergoyang, Walkman dikantong & headset di telinga, seakan tak pernah terpisah dari tubuh Alex. Sosok yang cuek menjadikan banyak mahasiswi di kampus jadi penasaran terhadap Alex. Saking cueknya, ia sendiri tak pernah menyadarinya. Tapi ada satu mahasiswi yang di naksir Alex. Namanya Resni, mahasiswi jurusan Akuntansi di kampus ini. Alex nggak pernah berani ngungkapin perasaannya ke Resni, alasannya logis. Alex masih menunggu someone, teman SMAnya dulu yang masih ia nantikan hingga sekarang. namanya Wina. Meski sudah 1 tahun, Alex masih tetap menunggu jawaban dari Wina (nggak nyessell loe lex...)hehehehh.

Oghie dan Boy nggak pernah percaya dengan alasan itu. mereka tetap meyakini kalau Alex itu punya kelainan jika berhadapan dengan wanita yang ia naksir. Mereka menamakan kelainan itu dengan ”Lambertus”. ini bukan nama latin dari flora atau pun fauna dalam biologi, tapi ”Lambertus” adalah sebuah singkatan dari (lambat berterus terang).

Tidak di pungkiri, selain Alex ada pula 2 teman mereka yang mengidap penyakit yang sama. Yaitu Dadang dan Khalik. Ini dikarenakan dadang hanya dapat melihat dan memendam perasaannya terhadap Icha, wanita yang paling Dadang suka, namun tidak ada keberanian untuk itu. Dan Khalik sebatas mengagumi Tri, meskipun ia harus membohongi kata hatinya bahwa ia mencintainya.

Penyakit ini telah membakteri di kelas mereka, sehingga membuka banyak peluang bagi pria lain untuk menyerobot masuk dan mengambil hati dari sang wanita. ”Lambertus” akan menjadi hantu bagi setiap mahasiswa Teknik Komputer yang jatuh cinta. Oghie dan Boy pun tak pernah menyadari kalau akhirnya dirinya pun demikian.

Matahari kini tepat berada di atas kepala. Suasana kantin semakin ramai, yang menandakan bahwa perkuliahan terhenti sejenak karena istirahat telah mulai waktunya. Mereka bertiga kemudian mengakhiri minum kopinya, mereka kemudian keluar dari kantin itu. Mereka menuju teras gerbang kampus. Tempat yang tiap harinya mereka jadikan tempat hura – hura, tempat ngobrol, tempat melamun dan tak heran jika tempat itu menjadi tempat yang strategis melirik wanita di kampus ini. Tak lama setelah Oghie, Boy dan Alex duduk mengamati mahasiswa yang lalu –lalang di teras itu, Dadang dan khalik pun datang menyatu dengan mereka.

Rasanya Dadang-Khalik perlu merasa heran, mengapa mata Boy tak berhenti fokus di pintu itu.

” Kamu lagi lihat apa, Boy...?.” Tanya Dadang.

Kemudian ia mengisyaratkannya ke Khalik.

” Ah.. nggak ada apa – apa..” Tersentak Boy menjawab.
“ Kok dari tadi aku lihat kamu terus memperhatikan setiap Wanita yang keluar dari pintu itu.”
“ Ah.. Biasa aja.” Sangkal Boy

Oghie mengerti tingkah Boy saat itu, ia tak mau menceritakan dengan yang lain tentang kejadian itu. Oghie sendiri masih penasaran dengan wanita yang diceritakan Boy itu. Hingga beberapa wanita melewati pintu itu, Boy tidak menandakan bahwa ia melihat wanita itu lagi. Dan Alex tetap asyik dengan Walkmannya serta tetap cuek, ngga mau tau dengan apa yang di bicarakan mereka.

“ Eh.. ngomong2 dari tadi aku nggak lihat Anwar dan Akmal.” Potong Boy.
” Anwar di lantai 2 tuh..., Biassa.. hafalin puisi buat nembak cewe selanjutnya.” Jawab Khalik
” Wah.. tu anak nggak ada kapok-kapoknya. Mestinya ia ambil Sastra bukan Teknik Komputer. Nggak lucu kan kalau cara untuk nyalakan komputer mesti baca puisi dulu...” Komentar Oghie.

Suasana jalan raya depan kampus tampak begitu di padati lalu-lintas kendaraan. Orang tidak dapat menyebrangi jalan raya. Di pinggir jalan diluar pagar kampus terlihat Akmal menggenggam tangan Nita. Mahasiswi semester 1 alias MABA jurusan Komputerisasi Akuntansi yang baru seminggu ia pacari. Mereka berjalan menuju gerbang kampus sambil melepaskan sedikit demi sedikit tangan mereka masing – masing. Nita bergabung dengan gengnya dan Akmal menyatu di teras bersama mereka berlima. Untuk saat ini Akmal satu – satunya diantara mereka bertujuh yang punya pacar. berbeda dengan mereka berlima, Akmal dan Anwar tidak pernah takut soal mengungkapkan perasaan terhadap wanita, Meski Anwar rada-rada konyol sih dalam nembak cewek.

” Lue punya korek nggak..?.” Anwar yang tiba – tiba keluar dari pintu.
” Punya rokok nggak...?.” Oghie balik tanya.
Anwar kemudian mengeluarkan sebungkus rokok mildnya yang sudah ia hisap dengan jumlah 4 batang. Berbeda dengan Akmal dan Alex, mereka tak pernah menyentuh barang ini dengan alasan itu sama saja membunuh dirinya sendiri. Namun Oghie, Boy, Dadang, Khalik dan Anwar tetap saja asyik menikmati hisapan demi hisapan rokok itu. mereka tetap komitmen bahwa tak ada satu pun sesuatu yang kita kerjakan tidak beresiko, semuanya punya resiko.

Mereka hampir lupa jika sehabis istirahat masih ada kuliah Assembly yang dibawakan oleh dosen Favorit mereka, yang juga menjadi ketua jurusan Teknik Komputer. Sebelumnya mereka sudah berencana jika sehabis kuliah mereka berniat nginap dirumah Khalik.


*******

RABU pagi di Makassar. Cahaya yang panjang menjalar dari timur melintasi kompleks yang tenang. Butiran embun bergantungan di ujung daun jambu halaman rumah Khalik. Tampaknya, ini kompleks yang serba seragam.

Malam berganti pagi, jam menunjukkan pukul 7:45 A.M, mereka bertujuh belum ada yang bangun, padahal hari ini hari rabu, yang artinya kuliah mereka akan disambut oleh Pak Adnan pada jam 8.00 pagi. Dosen ini terkenal tegas. Jika mahasiswanya terlambat 15 menit saja, maka beliau tidak segan-segan memberi status absen pada mahasiswa.

Di kamar, Sambil meraba kacamatanya, tiba-tiba Khalik terbangun dari tidurnya, dan menatap jam dinding di depannya. Ia terdiam sejenak menatap jam itu. Entah apa yang ada di pikirannya. tak lama kemudian ia meloncat meraih handuk berwarna merah yang tergantung di belakang pintu. ia berlari menuju kamar mandi sambil berteriak :

“ Paaaaakkkk Addddnaaaannn...”

Boy kemudian tersentak mendengar suara itu, ia pun mulai sadar jika hari ini kuliah Microprocessor.

” Oi.. Udah hampir jam 8..., hari ini ada quis dari pak adnan” Boy membangunkan yang lain.

Kemudian yang lain terbangun dan terkejut sambil menatap Boy. dengan seraya mereka berteriak.

“ Paaaaakkkk Addddnaaaannn...”

Namun ada satu makhluk yang tetap saja nikmatin air liurnya mengalir ke tiap sulaman benang pada bantal, siapa lagi kalau bukan Alex. Manusia yang jiwanya pada saat tidur tersangkut di pagar rumah Resni. Bila ia nggak melihat Resni dalam tidurnya ia nggak akan bangun, ia akan terus menunggu Resni sampai keluar dari rumahnya, kemudian baru dech ia terbangun alias lari dari mimpi karena grogi bertemu Resni walaupun dalam mimpi. Alasannya ngga mau jika seumpama kejadian yang diceritakan di film-film mengenai gadis cantik yang berubah jadi hantu terjadi dalam mimpinya. Ia takut keasyikan ngobrol dengan Resni dalam mimpi trus melupakan jasadnya yang lagi nunggu quis microprocessor. Makanya makhluk yang satu ini ngga usah dibangunin, nanti Resni bakalan keluar juga kok, entah itu utuh atau ?..?..?..? ;-@.

Mandi QuickExpress terjadi di ruang belakang, Oghie, Anwar, Dadang, Akmal mencari air di beberapa ember di ruang belakang, namun hanya galon yang tertancap di atas Dispenser yang mampu ia pakai sebagai pencuci muka. Boy yang ngga pernah mau tampil jorok di kampus tidak mengambil jalan ini. Ia lebih memilih mendobrak pintu kamar mandi yang di dalamnya terdapat Khalik yang sedang melakukan transaksi penyetoran nasabah.

”Hei gendut, keluar kamu. Aku masih transaksi nih..!!” kesal Khalik

Bau yang menembus hingga kedalaman 10cm dari permukaan hidung Boy, tak membuat Boy untuk tidak mandi. Boleh dibilang sih sok bersih.

shampoo yang biasanya Khalik pakai keramas kini beralih fungsi menjadi pembersih wajah Boy.

Bersambung...

Jumat, 12 Desember 2008

Metamorfosis Di 2008

Metamorfosis Di 2008

Gue nggak tau harus bilang apa. Yang jelas gue memutuskan untuk membuka mulut perihal sesuatu yang terjadi di taon ini. Entah dosa apa yang pernah kami lakukan berlima. Gue, Boy, Alex, Dadang, dan Khalik tahun ini ditimpa musibah, upzzz!!! loe jangan salah tangkap, musibah yang gue maksudkan bukan longsor, tsunami atau gempa. Tapi ada dehhh.. mau tau aja loe!!!. Kami berlima memang bersahabat dari Maba dulu. Termasuk beberapa orang seperti Anwar, Iwan, Ani, Arni, Ime, Jefri, John, Nawir, Akmal, Nunu… ahhh terlalu buanyak untuk disebutin… intinya hanya kami berlima yang kebetulan tertimpa nasib naas di 2008 ini. Selebihnya lolos, Puuaasssss!!!. Mau tau apa yang menimpa kami? Simak setelah pariwara berikut ini…

Sampai mana tadi? Oh iya, sampai di…?? di…?? dimana yach…??. Hiks hiks… kelamaan. Maklum otak gue cuma 800Mhz Pentium III, chace 128Kb. Gini friend… kan bulan depan udah taon baru tuh, nggak ada lagi bulan sesudah Desember di 2008, mau tidak mau si Januari come back to calender, mau naek becak kek, mau naek ojek kek setidaknya si Januari tiba saat nyonya Desember mudik ke kampoeng halamannya. Eiittt.. itu kalau esok nggak kiamat loh…!!!. Gue tau apa tentang Schedule Tuhan.

Nah sebelum Mrs. 2009 datang, gue mau flash back dikit pada sebuah kejadian di rumah Mr 2008, dan baru nyadar kalau hal itu sangat unik and kebetulan.
Dimulai di bulan ??? bulan berapa yach..? gue agak dikit lupa bulan berapa, yang jelas Halik tau persis bulan berapa, cz orang pertama yang tertimpa musibah adalah Halik. 2d’point aja. Waktu itu gue ditelpon Alex lewat saluran CDMA jadi agak dikit ngadat… namun jellass kok. Katanya gini “Hei, Oghie… loe datang ke counter gue ambil undangan loe”. Abiz itu si tuan CDMA disconnect. Gue penasaran undangan apa yang dimaksud Alex. Kemudian gue sms aja dia. Dan tak lama Dritt…Dritt..Dritt Sms balasan dari Alex.
Undngn prnikahn Tri Mulyani,
Acaranya minggu depan...

Gilla tuh Halik... ambil duit darimana lamar si Tri? Utang gue aja ke dia belum gue bayar. Buzzet… cepet buanget nikahnya, Anwar aja yang udah Overclock, belum melamar siapa2.
****
Gue sekarang udah di counter Hp Alex. pengen liat and mengambil undangan itu. Setelah gue diambilin, gue melihat ditangan Alex beberapa undangan yang sama dengan tujuan berbeda. Alex mencari undangan untuk gue. Trus gue liat juga ada undangan untuk Boy. And yang bikin gue kaget, sebuah label merekat di salah satu undangan tersebut, dengan atas nama…

Gue membuka mata lebar-lebar and melihat nama yang pengen merit… ternyata benar kata Alex. yang pengen merit itu Tri, bukan Halik. Lebih jelasnya, Tri & ??????. Mohon doa Restu. (“???????”) itu bukan Halik tapi ada deh…!!!.

Musibah yang kedua jatuh pada gue, sebulan setelah Halik Buffer Overflow… karena yang mau diceritain gue, maka unsur Dramatisasi di minimalkan… wakakakakak.. beginilah enaknya sang penulis, giliran yg mau diceritain dia, jadi ceritanya agak dipersingkat dikit gitu deh… 2d’point aje. Sekitar pukul 02.00 dini hari, gue mengaktifkan chip GSM gue. Sambil jamnya gue atur beberapa deringan sms masuk. Yang menarik perhatian gue adalah sms dari seorang teman lama gue. Namanya Yenny wulandari, gue panggil dia Ajeng. Inbox sms nya yaitu :
Oghie, Ayu pengen merit
tgl 14 nanti...

Mungkin sobat2 gue menganggap itu sebuah musibah. Yah, meski emang sih gue pernah suka berat ama Ayu. Tapi kenapa yach gue nggak kaget2 gitu. Gue juga seperti nggak merasa kehilangan gitu deh. Mungkin kali yach semenjak hadirnya beberapa cewek di hati gue, akhirnya perasaan gue ke Ayu bisa pudar ibarat di Shft+Del. Apalagi semenjak kehadiran “The Character”. Yach meski “The Character” nggak tau perasaan gue ke dia. Tapi suerrrr kesambar Asmirandah…!!! Kalau gue tuh nyantai aja mendengar kabar dari Ajeng, apalagi lima hari setelahnya malah Ayu yang sms gue memberitahukan kalau ia mau merit. Tapi gue tetap nyantai aja men. Nggak ada sama sekali perasaan2 yang seperti loe pade bayangin. So Session locked.

Cerita yang ketiga terjadi pada sang melankolis kita, si Dadang Jin Crusader. Diawali dengan hobi gue ngopi di salah satu kantin kampus Jl Pettarani Makassar. Pasti loe pade penasaran.. Emangnya kampus mana sih…? Ok..ok gue perjelas nama kampusnya. Gue nongkrong sambil menyeruput kopi di kantin AMIK Profesional (lokasi kampusnya ada diatas bego..!!). Next… Seseorang duduk dihadapanku bercanda gurau dengan beberapa rekannya. Namun sepertinya aku sangat mengenali wanita itu. “HaaaAAaa itu kan Yeyen..!!!”. Tak seperti biasanya, gue melihat Yeyen udah nggak memakai lagi sehalai kain yang biasanya menutupi keseluruhan rambutnya jika ia keluar rumah (jilbab). Gue nggak percaya Dadang melakukan hal ini. Kukeluarkan sebuah benda kecil yang dapat mengirimkan sebuah pesan digital melalui gelombang elektro magnetik (Handphone bego…!!!), Send Messege To: Dadang +62852423040xx
Woi Dang, sEjak kPn yEyeNmu buKa jiLBab?.

Hanya dua kali isapan rokok, Reply sms dari Dadang tiba: ♫ Dritt…Dritt..Dritt..
sEjak gUe nGga pcarn lagi dgnX?.

So… loe semua udah bisa ambil kesimpulan mengenai berita mengharukan di bulan ini terhadap sepasang manusia yg pernah menjalin kasih (bukan merit!!!) selama hampir 3 tahun. Dan mengenai penyebab runtuhnya rumah pacaran ini, pihak Management Dadang & Yeyen akan mengadakan jumpa PERS di tempat and waktu yang tidak ditentukan.

Ok, next session. Terjadi pada orang yang paling pertama gue kenal saat kuliah diantara sobat2 gue yang laen. Dialah si Alex, sang Marketter yang agak sedikit kurang ramah pada calon konsumennya.(Humor dikit pada calon pembeli, nggak berat2 amat!!!). hiks hiks… nggak kok, Cuma bercanda. Ok ok I’m seriously… Alex yang udah menyimpan rasa selama 6 tahun pada seorang Karyawati perusahaan Telekomunikasi di Makassar, yang tak lain adalah teman SMA sendiri. Namanya Wina. Ia tahu perasaan Alex terhadapnya seperti apa, begitu juga sebaliknya. Namun Alex tak punya keberanian mengatakan itu, terlebih jika Alex menunggu Wina yang mengatakannya duluan. (Oh, sorry mas Alex yah… cz semenjak Prometheus menerobos kerajaan Zeus dan mencuri Api keabadian, Cewek-cewek sekarang udah gengsi ngungkapin rasa depan cowok). Mungkin Hal ini yang membuat Wina jenuh menunggu Alex hingga 6 tahun berlalu. Hingga pada suatu hari di pesta resepsi pernikahan Mariska (teman sMa Alex & Wina) mereka di pertemukan lagi. “Bukan dipertemukan sebagai kekasih, tapi Alex & Wina hanya dipertemukan sebagai tamu diacara Mariska”.Understand!!!. Alex kembali berniat mencoba mengabulkan obsesinya itu, dengan berspekulasi mengantar Wina pulang seusai resepsi itu. Ia mencoba dan mencoba dan mencoba lagi. Kemudian… (Maaf bagian ini di Cut 15menit)…. Tragis emang bagi orang yang mendengar bagian yang terpotong itu. LEMBAGA SENSOR CERPEN RI menyatakan “Jawaban Wina” Telah Lulus sensor. “Maaf Alex, aku sudah dilamar orang lain”.

Dan cerita terkahir. Dan mungkin menjadi cerita paling pahit di 2008 ini. Dialami oleh sang raksasa kita, si gendut Boy. Sudah menjalani masa pacaran selama hampir 7 tahun dengan seorang wanita perkasa (Korps Polisi Wanita Republik Indonesia). Namanya SERDA Fira. Mereka berpacaran semanjak SMA dan break (belum putus, di pause bukan di stop yach…!!!) selama satu tahun karena dua-duanya pade sibuk kuliah and kerja. Satu tahun kemudian, kembali Boy n Fira pacaran lagi, break lagi, pacaran lagi dan break lagi. Masih dengan alasan yang sama “SIBUK”. Sebenarnya mereka sangat saling mencintai tapi Boy bisa apa dengan penyusunan skripsinya, dan Fira bisa apa dengan Lencananya. Namun kali ini Break mereka agak begitu lama dan mereka tidak menemukan suatu kepastian. Hingga pada suatu tempat di sebuah Warung Internet kecil di depan sebuah kampus kecil pula, gue terhubung dengan seorang teman maya lewat YahooMessenger. Ia mengirimkan pertanyaan ke gue seperti ini: “Ghie, Siapa orang di photo itu yang duduk didepanmu?”. Gue emang sering memasang photo teman2 gue di Friendster dan di YahooMessenger sebagai background. Dan untuk pertama kalinya ada teman maya gue yang mempertanyakannya. Gue memberitahu teman maya gue itu, bahwa orang yang duduk didepan gue di photo itu namanya Boy. “Aku mengenalnya!!!, Boy kakak kelas gue waktu SMA”. Kata teman maya gue itu. Gue tidak langsung percaya begitu saja waktu itu. Tapi dengan pernyataannya yang mengatakan “Boy anak SMA 14, pernah pacaran dengan Fira, kakak dari sobat gue”. Saat itu gue percaya bahwa ia bener2 mengenal Boy dan ia bershabat dengan adiknya Fira. Namun ada perkataannya yang menurutku menyimpang dan patut diteliti pada Laboratorium Bahasa Oxford University. Yaitu “pernah pacaran dengan fira”. Menurutku Kata “pernah” menandakan bahwa saat ini sudah tidak lagi. Gue kemudian berinisiatif memastikan ke teman maya gue mengenai kata itu, dan ia hanya berkata “Fira kan udah merit 3 minggu yang lalu dengan sesama anggota Polri”. Entah Boy mengetahui hal ini atau tidak. Yang jelas dari keseluruhan kepompong diatas, mereka telah siap ber Metamorfosis menjadi kupu-kupu di 2009 besok. So…. Mungkin loe pade yang membaca ini akan menjadi ulatnya di 2010. wakakakakakakkak, Bye….☺

.: ini hanya 44Kb sepenggal kisah tentangmu, tentangku dan tentang dia :.

Rabu, 10 Desember 2008

Second "The Character" (Session 1st)

Second "The Character" (Session 1st)
Oh my god!!!, Sesaat sosok itu buyarkan lamunanku. Hampir 2 jam gue terduduk di kantin ini. Maklum, absen selama dua minggu lebih, habis berpetualang di puluhan lembah dan beberapa puncak di pegunungan Sulawesi. Tak ada perubahan yang lebih berarti dikampus ini kecuali mahasiswa baru yang telah menghabiskan duit ortunya 5 hari pertama kuliah disini. No.. no.. no gue harus fokus ceritakan perubahan yang terjadi di kantin ini. Ahah… ternyata si pengelola kantin Mba Titin udah nggak disini lagge, setelah sebulan yang lalu ia balik ke Solo, katanya Mas mantep sih, merit dengan si Mas Agus (mantan pengelola kantin di Era Angkatanku). Well, gue liat kantin skrg dikelola oleh sepasang suami isteri (Mba n Mas). Maklum, gue belum kenalan gitu. Ada untungnya juga seh Titin ngundurin diri… mau tau apa?, yang pastinya utang bakso gue sebesar 5000 nggak ada yang nagi laggeee… kalau pun catatannya ada, tau apa Mba n Mas yang baru ini mengenai namaku. Wakakakakakakkaka… guenya seh mau bayar, tapi gue pengennya langsung ke Titin aja, bukan melalui banyak tangan. Cz hari gini banyak terjadi TIPIKOR alias tindak pidana korupsi kecil-kecilan. Bisa2 sang juragan Mas Mantep bisa bangkrut Woi bangun!!!! Kenapa gue bahas Mba n Mas… padahal gue mau cerita mengenai sosok yang berjalan dikoridor kampus barusan. Gue melihat seorang wanita dari balik jendela kantin. Wajahnya nggak begitu jelas karena ia hanya terlintas --- C = (12000 V Cos(teta) T)/t---- cepat dan sangat cepat...!!!, sehingga gue nggak bisa memastikan sosok itu. Sebenarnya bukan wajahnya yang menarik perhatianku, tapi aku seakan pernah melihat sosok yang serupa... .:LOADING... siapa yach... PLEASE WAIT... mmmm. Oh iya... “The Character“. Haaaa, masa “The Character“ ada dikampus ini???. Nggak mungkin... nggak.. nggak mungkin buanget “The Character“ kuliah disini. Kampusnya kan lebih bagus. 

 ****** 
Seminggu setelah kejadian penampakan itu, seperti biasanya hampir tiap sore gue mampir di bekas kampus pertama gue (tempat munculnya sosok yg gue maksud). kali ini terjadi lagi, tapi sosoknya udah nggak Blur lagi, Udah di Zoom 100%, karena gue berhadapan langsung di parkiran sesaat setalah gue berjalan menuju kantin. Dan gue yakin buanget, dia yang menampakkan dirinya minggu lalu. Tapi ia bukan “The Character” yg gue maksud. Emang sih gue baru nyadar kalau ia hanya dikit mirip dengan “The Character” (Dikit!!! Awas loe banyakin). “The Character” kulitnya agak dikit putih, namun penampilannya nyarizzz sama. Walaupun yang ini agak keliatan lebih muda dikit dibandingin “The Character”. Style tomboy-nya gitu hanya beda tipis dengan “The Character” (be-da ti-pis!!! Awas loe tebalin). Tapi kepribadian and sifatnya gue belum tau pasti, mirip apa nggak dengan “The Character”? cz gue belom kennal ma nih jelmaan “The Character”. Entar gue samperin para Ammoeba yang nongol di kantin seperti Fajar and Akmal untuk informasi selanjutnya.