Ah, bukan saatnya aku sibuk sendiri dengan duniaku. mungkin awan akan segera menutup tirainya dibawah matahari jika barisan tombol dikeyboard tak secepatnya ku usik. entah apa yang mendorongku untuk mengatakan ini. story yang dulu tak pernah kunikmati jalannya. bukan... bukan... hujan bakalan cepat turun jika kukatakan tak kunikmati jalannya. ah terserah kesimpulan kalian sih jika mencapai persimpangan kalimat ini. silahkan kalau mau menilai ini sebagai sebuah nasehat atau cerita bijak. tapi menurutku ini cuma tetesan air yang jatuh ke laut dan membentuk lingkaran-lingkaran sesaat, lenyap ketika layar berdiri.
Maret, 2006|MKS|21 - 30 °C|03.05 PM
Aku mengenalnya di paruh tahun ia menginjakkan pasir. Tak goyang dengan abrasi pantai, tak lepas saat kerak bumi bergeser. Tapi sekarang dia tak sesempit muara sungai yang kalian pikir. coba kalian selami, aku yakin kalian tidak akan melihat ganggang, melainkan melihat terumbu karang dengan lubang-lubang udara didalamnya. Namun herannya, entah kenapa kalian semakin lupa membuat jeda ombak dengan dia.
September, 2006|MKS|25 - 35 °C|03.05 PM
Aku tertahan. terlambat menemuinya dalam selintas pertemuan dua kornea. Terjebak dalam pusaran air. mengikatku, menyerapku dalam botol bekas penumpang pesiar. Untungnya aku tetap didasar laut, bergabung lumpur dan sampah yang tak lama lepas kembali.
Tahun pertama didepan "Koma". aku menutup kaca dan hanya menambah kabut-kabut yang mencakarku. Terlalu sibuk menjauhkan diri, tapi ia tak tahu kalau aku tak menjauhkan hati. Pijakannya bergeser. Dan dia berusaha mencari butir pasir lain untuk tapaknya. ehm, sepertinya seratus persen diamini oleh kalian semua bahwa tak seorang pun ingin merasakan kesepian. dan itu tak akan bisa kalian hilangkan dari ingatanku, sekalipun dia ingin menenggelamkannya. Sedalam apa pun laut.
September, 2009|JKT|25 - 35 °C|03.05 AM
3,5 Years later. Aku tak sanggup menuliskan bagian terakhir bersamamu...
Maret, 2006|MKS|21 - 30 °C|03.05 PM
Aku mengenalnya di paruh tahun ia menginjakkan pasir. Tak goyang dengan abrasi pantai, tak lepas saat kerak bumi bergeser. Tapi sekarang dia tak sesempit muara sungai yang kalian pikir. coba kalian selami, aku yakin kalian tidak akan melihat ganggang, melainkan melihat terumbu karang dengan lubang-lubang udara didalamnya. Namun herannya, entah kenapa kalian semakin lupa membuat jeda ombak dengan dia.
September, 2006|MKS|25 - 35 °C|03.05 PM
Aku tertahan. terlambat menemuinya dalam selintas pertemuan dua kornea. Terjebak dalam pusaran air. mengikatku, menyerapku dalam botol bekas penumpang pesiar. Untungnya aku tetap didasar laut, bergabung lumpur dan sampah yang tak lama lepas kembali.
Tahun pertama didepan "Koma". aku menutup kaca dan hanya menambah kabut-kabut yang mencakarku. Terlalu sibuk menjauhkan diri, tapi ia tak tahu kalau aku tak menjauhkan hati. Pijakannya bergeser. Dan dia berusaha mencari butir pasir lain untuk tapaknya. ehm, sepertinya seratus persen diamini oleh kalian semua bahwa tak seorang pun ingin merasakan kesepian. dan itu tak akan bisa kalian hilangkan dari ingatanku, sekalipun dia ingin menenggelamkannya. Sedalam apa pun laut.
September, 2009|JKT|25 - 35 °C|03.05 AM
3,5 Years later. Aku tak sanggup menuliskan bagian terakhir bersamamu...
2 komentar:
kreeen bangetttt kanda, susunan kata terinci membuat crita.y susah di mengerti oleh nalarkuuu.......
mdd, biar njo nacallajiee...
Posting Komentar